SURAKARTA - Kejadian kekerasan dalam Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Resimen Mahasiswa (Menwa) saat Diksar bukanlah sesuatu yang jarang terjadi.
(Baca juga: Gilang Tewas saat Diksar, Ini 8 Tahapan Menjadi Anggota Menwa UNS)
Kali ini, akun Twitter @putri_yulianti memebeberkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS). Tidak tanggung-tanggung, peristiwa ini ternyata sudah terjadi sejak tahun 2013 silam.
(Baca juga: Diksar Maut Menwa UNS, Gilang Potong Rambut dan Minta Sepatu PDL Sebelum Berangkat)
Akun ini membuat utas mengenai peristiwa kekerasan yang dilakukan kepada anggota-anggotanya. Dirinya berkata, kejadian yang menimpa mahasiswa bernama Gilang bukanlah kali pertama.
Dirinya memaparkan perlakuan-perlakuan yang diterima olehnya selama Diklat PGP. Mulai dari ditampar menggunakan semacam tongkat, lalu dipukul dan ditendang, hingga diminta push-up dengan tangan menggenggam.
Kejadian naas menimpa mahasiswa bernama Rochim Haritsah, yang meninggal saat menjalankan long march dari curug menuju kebun binatang.
Akun ini menceritakan Rochim sudah tidak dalam kondisi optimal untuk menjalankan aktivitas Menwa. Namun, dirinya tetap memaksakan ikut hingga akhirnya jatuh sakit.
Rochim yang sempat tidak sadarkan diri, dibawa oleh panitia ke rumah sakit. Namun, nyawa Rochim sudah tidak tertolong lagi. Dirinya dinyatakan meninggal.
Lebih buruk lagi, akun ini memaparkan bahwa kejadian meninggalnya Rochim tidak boleh lepas ke luar kampus. Semua pihak diminta untuk bungkam dan tidak menceritakan apa-apa.
Peristiwa kekerasan di Menwa UNS sudah memakan banyak korban. Baru-baru ini, mahasiswa bernama Gilang Endi tewas karena mendapat siksaan dari Diklatsar Menwa UNS. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak UNS maupun pihak kepolisian.
(Fahmi Firdaus )