Kesepakatan tentatif itu adalah hasil dari pertemuan enam jam yang diperpanjang antara penasihat keamanan nasional Biden Jake Sullivan dan diplomat top China, Yang Jiechi di Swiss, hanya beberapa hari setelah Beijing mengirim sejumlah pesawat perang yang memecahkan rekor ke zona pertahanan Taiwan.
Victor Shih, pakar politik elit China di University of California, San Diego, mengatakan pertemuan itu merupakan perkembangan positif bagi hubungan bilateral.
"Saya pikir pertemuan bilateral minggu depan adalah tanda awal bahwa hubungan antara AS dan China kembali ke jalur yang lebih normal - daripada (apa) yang terjadi pada tahun-tahun Trump kemudian," terangnya kepada CNN.
Shih menjelaskan pertemuan itu juga kemungkinan akan memotivasi para pejabat, terutama di pihak China -- dari Kementerian Luar Negeri hingga Kementerian Perdagangan -- untuk sekali lagi memfokuskan energi mereka pada hubungan AS-China dan memikirkan cara untuk memperbaikinya.
Terakhir kali Biden dan Xi berbicara adalah pada September lalu melalui panggilan telepon yang berlangsung sekitar 90 menit.
"Kedua pemimpin melakukan diskusi strategis yang luas di mana mereka membahas bidang-bidang di mana kepentingan kita bertemu, dan bidang-bidang di mana kepentingan, nilai-nilai, dan perspektif kita berbeda," terang pernyataan yang dirilis Gedung Putih.