NIKOSIA - Seorang seniman Siprus mencoba menggambarkan protesnya terhadap berbagai masalah sosial di negaranya lewat karya-karya lukisnya yang sering melibatkan gambar Yesus dan simbol-simbol keagamaan Kristen. Aksinya itu sempat mengundang kontroversi dan bahkan membuatnya hampir kehilangan pekerjaannya di bidang pendidikan.
Pelukis George Gavriel (62 tahun), yang sehari-harinya bekerja sebagai kepala sekolah, tidak pernah mengira bahwa karya-karya lukisnya mengundang kontroversi.
BACA JUGA: Uskup Siprus Sebut Penyebab Gay Akibat Ibu Hamil Melakukan Seks Anal
"Inspirasi saya, seperti halnya kebanyakan seniman menurut saya, berasal dari pengalaman kami, kehidupan kami, keprihatinan kami, cara kami melihat dunia, dan bahkan ideologi kami," paparnya.
Gavriel, seperti kebanyakan seniman, memang membidik apa yang dianggap sebagai penyakit masyarakat sebagai objek karya-karyanya. Namun, pendekatannya berbeda. Ia sering melibatkan gambar Yesus atau simbol-simbol keagamaan Kristen dalam setting yang tidak biasanya.
Terkait krisis pengungsi, ia menggambarkan Yesus berdiri di antara sekumpulan pengungsi yang ditahan di sebuah kamp pengungsi. Terkait krisis migran yang menyeberang lautan dan menuju Eropa, ia menggambarkan perawan Maria yang sedang menggendong Yesus yang masih bayi di dalam sebuah perahu sambil duduk berdesakan.
Terkait skandal korupsi kewarganegaraan yang melibatkan orang-orang asing yang kaya, ia menggambarkan Presiden Siprus Nicos Anastasiades dengan lingkaran suci di kepalanya berdiri di atas paspor Siprus yang berwarna emas.
BACA JUGA: Pasang Poster Bunda Maria dengan Bendera LGBTQ, 3 Aktivis Terancam Dibui
Karya-karyanya juga menampilkan Yesus yang bertelanjang dada, Yesus sedang berpose sambil naik motor besar, dan Yesus sedang naik keledai di samping seorang pemimpin gereja yang berkendaraan limosin.
Singkat kata, karya-karyanya itu membuat marah banyak pemimpin gereja dan pemerintahan.