Akhir Kejayaan Kerajaan Banten Usai Perebutan Tahta Sultan Ageng Tirtayasa

Avirista Midaada, Jurnalis
Kamis 11 November 2021 07:54 WIB
Kesultanan Banten (Foto: istimewa)
Share :

JAKARTA - Taktik adu domba digunakan VOC Belanda memecah Kerajaan Banten yang berdiri pada 1525 M. Setelah sekian lama terbentuk, akhirnya di masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa Kesultanan Banten mengalami masa kejayaan.

Dikisahkan pada buku "Untung Surapati : Melawan VOC Sampai Mati" tulisan Abdul Waid, di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa memiliki armada yang kuat dan menakjubkan.

Bahkan Kesultanan Banten sanggup menggaji para pekerja Eropa, mengamankan jalur pelayaran, dengan mengirimkan armada lautnya ke Kerajaan Sukadana (Kerajaan Tanjungpura) serta menaklukkannya pada 1661.

Pada masa itu, Kerajaan Banten juga tengah berusaha keluar dari tekanan VOC yang sebelumnya memblokade kapal-kapal dagang ke arah Banten.

Pada tahun 1680 Masehi, terjadilah perebutan kekuasaan di internal kerajaan. Di mana Sultan Ageng Tirtayasa terlibat perebutan kekuasaan dengan putranya bernama Sultan Haji.

Baca juga: Kisah Sultan Ageng Tirtayasa, Korban Politik Adu Domba Belanda

Perselisihan antara ayah dan anak ini dimanfaatkan betul oleh VOC untuk memberikan dukungan kepada Sultan Haji, sehingga perang saudara pun tak dapat dihindarkan lagi.

Baca juga: Sultan Haji, Putra Mahkota Banten yang Terhasut oleh VOC

Sementara dalam memperkuat posisinya Sultan Haji, mengirimkan dua orang dutanya untuk menghadap raja Inggris di London pada tahun 1682 M. Tujuannya agar Sultan Haji mendapat dukungan dan bantuan persenjataan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya