Moeldoko yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu juga berjanji akan segera berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menentukan solusi dari masalah yang dihadapi peternak ayam petelur.
"Pulang dari sini (Blitar) saya akan langsung koordinasi dengan Menteri Pertanian. Supaya snak-anak muda yang punya keinginan membangun usaha di sektor ini tidak collapse (hancur)," ujar Moeldoko.
Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah penghasil telur ayam terbesar di Indonesia. Telur-telur yang dihasilkan dari Blitar, selain untuk memenuhi kebutuhan lokal di kabupaten tersebut, juga dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk DKI Jakarta.
Salah satu peternak ayam petelur yang ditemui Moeldoko, Siti Qomariah, mengatakan dirinya harus menjual belasan ribu ekor ayam petelur miliknya dan juga merumahkan karyawan di peternakan karena anjloknya harga telur.
"Sebelum pandemi ada 24 ribu ekor pak, sekarang tinggal 5 ribu. Saya jual untuk beli pakan. Sebelumnya karyawan ada 11 orang sekarang tidak ada sama sekali, karena nggak kuat bayar gaji. Harga telur terus anjlok tapi harga pakan naik. Tolong Pak Moel, negara hadir untuk kami," kata Siti Qomariah.
(Arief Setyadi )