CIMAHI - Seorang guru SMP swasta di Kota Cimahi terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan swab test PCR secara acak, yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Cimahi kepada siswa dan guru yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) pada Selasa (16/11/2021) lalu.
Akibat adanya guru yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka sesuai aturan kegiatan PTM di SMP swasta tersebut harus dihentikan. Selain itu kepada guru yang bersangkutan juga harus menjalani isolasi selama 14 hari dan dilakukan traking kepada kontak erat.
"Ada sebanyak 277 sampel yang sudah diperiksa dan satu yang positif Covid-19. Dia adalah guru SMP swasta, sehingga PTM di sekolah itu distop sementara," terang Kepala Dinas Pendidikan, Kota Cimahi, Harjono, Kamis (18/11/2021).
Baca juga: Cerita Jokowi Lihat Sistem Kesehatan Semrawut Gegara Dihantam Lonjakan Covid-19
Atas temuan tersebut, pihaknya langsung melakukan penelusuran terhadap guru tersebut. Informasi yang didapat, guru yang terpapar Covid-19 itu merupakan guru baru di sekolah tersebut. Dia merupakan guru fresh graduate dan baru bergabung satu bulan lalu karena berasal dari luar Kota Cimahi.
Penelusuran juga dilakukan kepada keluarga guru tersebut di tempat asalnya, apakah ada yang positif atau kontak erat. Lalu di sekolah juga siapa saja yang melakukan komunikasi dengannya. Tapi dari informasi yang bersangkutan, selama dua minggu baru sekali ke sekolah untuk memberi layanan penyuluhan.
Baca juga: Satgas IDI: Vaksin Booster Melindungi Kelompok Usia Lanjut dan Rentan
"Kami harap tidak ada kontak erat di sekolah yang juga tertular. Apalagi informasinya dalam dua minggu terakhir guru itu baru sekali ke sekolah," ucapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, imbas kejadian tersebut siswa yang berada di asrama sekolah itu untuk sementara selama 14 hari juga dilarang untuk ke luar area sekolah. Hal itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan tidak ada siswa yang ikut terpapar.
"Sekolahnya kan punya asrama siswa, maka siswa di sana selama 14 hari ke depan juga dilarang untuk ke luar dari area sekolah," pungkasnya.
(Awaludin)