Transformasi Digital Integrasi Bansos Nontunai Mulai Diuji Coba

Fahreza Rizky, Jurnalis
Senin 22 November 2021 08:19 WIB
Ilustrasi bansos (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA — Pemerintah melakukan uji coba transformasi digital integrasi bansos nontunai sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Uji coba ini dilakukan oleh Tim Pengendali Bantuan Sosial Nontunai di Desa Tanjungpura, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menurut Asisten Deputi Bantuan dan Subsidi Tepat Sasaran Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Herbin Manihuruk, integrasi bansos merupakan bagian dari agenda reformasi perlindungan sosial.

"Uji coba Transformasi Digital Integrasi Bansos Nontunai bertujuan untuk memperbaiki penyaluran bansos sehingga lebih efisien, tepat sasaran, memudahkan penerima manfaat, dan meningkatkan akuntabilitas," ujar Herbin dikutip dari keterangan tertulis pada Senin (22/11/2021).

Baca Juga:  Kapolri Serahkan Bansos ke Pekerja Seni yang Terdampak Pandemi di Yogyakarta

Herbin menerangkan, uji coba dilakukan untuk mengumpulkan fakta lapangan dan membuktikan apakah skema transformasi yang direncanakan memang memudahkan penerima manfaat, meningkatkan akuntabilitas, dan dapat diperluas secara nasional, dan bersifat jangka panjang.

"Hal ini merupakan bentuk upaya pemerintah dalam mendorong kebijakan berbasis bukti (evidence-based policymaking),” tuturnya.

Uji coba akan dilakukan kepada sekitar 2.000 keluarga penerima manfaat (KPM) mulai 20 November sampai dengan 12 Desember 2021 di 7 kabupaten/kota di 7 provinsi terpilih, yaitu; 1) Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, 2) Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta, 3) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, 4) Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 5) Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, 6) Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan 7) Kabupaten Jayapura, Papua.

Dalam uji coba ini, keluarga penerima manfaat (KPM) dapat memanfaatkan bantuan dengan menggunakan financial technology “satu aplikasi bansos melalui tiga moda transaksi baru” yaitu; 1) kode QR berbasis standar nasional Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), 2) teknologi pesan singkat USSD/SMS, dan 3) biometrik wajah.

"Pada saat disaksikan transaksinya, seluruh moda yang diujicobakan (QRIS/Biometrik/USSD) dapat lancar digunakan untuk bertransaksi dalam pemanfaatan bansos. Baik KPM maupun penjual menerima informasi yang jelas terkait jenis komoditas dan harga yang dibelanjakan," tutur Asdep Herbin.

Baca Juga:  Mensos Risma Beberkan Asal Mula ASN Dapat Bansos

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya