Jepang Ubah Keraguan Terhadap Vaksinasi Jadi Keberhasilan, Ini Caranya

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Selasa 23 November 2021 18:05 WIB
Foto: Reuters.
Share :

Menurut Profesor Shibuya, ketakutan itu mendorong tingkat vaksinasi sangat tinggi, terutama di kalangan usia lanjut. Mereka tahu bagaimana penduduk usia lanjut di negara-negara lain sekarat, bersusah payah mendapatkan vaksinasi, sebelum suplai menipis.

Permulaan vaksinasi yang lambat ini menyebabkan kelompok umur muda harus menunggu, sembari menyaksikan jutaan warga di negara-negara lain mendapat vaksinasi, tanpa efek samping dramatis. Faktor itu membuat mereka yakin bahwa vaksin aman.

Faktor utama lain yang membedakan dengan Amerika Serikat dan Eropa adalah program vaksinasi ini tidak menjadi masalah politik.

"Kami tidak mengalami politisasi di sini," kata Profesor Shibuya. "Masalah ini tidak dilihat dari kacamata kebebasan atau hak individu. Masyarakat tidak terjebak ke dalam teori konspirasi."

Seiring dengan peningkatan vaksinasi, Jepang mengalami penurunan dramatis dari segi penularan dan kematian akibat Covid.

Pada tanggal 20 Agustus, Jepang mencatat hampir 26.000 kasus baru, jumlah harian tertinggi sejak awal pandemi.

Menjelang pekan lalu, jumlah itu turun menjadi 150 per hari. Angka kematian juga menurun drastis, bahkan selama beberapa hari tidak ada laporan kematian sama sekali.

Vaksinasi menjadi faktor sangat penting. Tapi bukan satu-satunya faktor.

Bahkan sebelum warga divaksinasi, tingkat kematian akibat Covid di Jepang berbeda jauh dibanding kematian di Eropa atau Amerika Serikat (AS).

Tingkat kematian akibat Covid di AS mencapai 233,8 per 100.000 orang. Tingkat kematian di Jepang hanya 14,52, menurut data Johns Hopkins University.

Faktor obesitas?

Profesor Testuo Fukawa, seorang sosiolog di Institution for Future Welfare di Tokyo, mengatakan apa yang terjadi di Jepang benar-benar luar biasa.

"Jumlah kematian benar-benar rendah," katanya. "Pada 2020, angka harapan hidup di Jepang bahkan meningkat. Ini benar-benar istimewa. Di negara-negara lain- termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis- angka harapan hidup di semua negara itu turun pada tahun 2020."

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya