Dudung memaparkan, almarhum Ari selalu memegang teguh prinsip-prinsip perjuangan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan negara. Sebab semasa berdinas mampu menjalankan semua tugas dan tanggung jawabnya sepenuh hati sebagai seorang prajurit sejati.
"Kita patut mengakui begitu banyak jasa yang telah almarhum berikan kepada bangsa dan negara. Namun sebagai manusia biasa tentulah tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan," katanya.
Oleh karenanya Jenderal bintang empat tersebut mengajak seluruh rekan, keluarga untuk berkenan melapangkan dada seraya memaafkan segala kesalahan Almarhum semasa hidup. Baik itu yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
"Kepada keluarga almarhum yang ditinggalkan, kita mendoakan kepada Tuha agar senantiasa dilimpahkan ketabahan dan kesabaran dalam menerima musibah ini, serta dapat menerima kepergian almarhum dengan ikhlas dan tawakal," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Pada Minggu (20/11/2021) terjadi penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Tendius Gwijangge kepada anggota Satuan BKO Apter Koramil Persiapan Suru-Suru.
Akibat dari serangan itu, satu personel mengalami korban luka tembak atas nama Kapten Inf Arfiandi Sukamta dan satu orang meninggal dunia, atas nama Serka (Anumerta) Ari Baskoro.
(Awaludin)