Di India, Cinta Beda Agama Berakhir dengan Pembunuhan

Agregasi VOA, Jurnalis
Selasa 30 November 2021 11:22 WIB
Foto: Reuters.
Share :

NEW DELHI - Kisah cinta beda agama yang berakhir tragis kembali mewarnai media di India. Banyak lelaki Muslim dituding melakukan jihad cinta. Mereka dituduh memanfaatkan cinta untuk membujuk pasangannya agar berpindah agama demi mewujudkan dominasi Islam di negara yang mayoritas menganut Hindu itu.

Kisah cinta Arbaz Mullah dimulai, seperti yang sering terjadi dalam cerita-cerita roman, ketika ia pertama kali melihat perempuan impiannya, Shweta Kumbhar, di kota tempat keluarga mereka menetap, Belagavi, di Negara Bagian Karnataka, pada 2018.

BACA JUGA: Islamkan Lebih dari 100 Suku di Komunitas Hindu, 9 Orang Dilaporkan ke Polisi

Selama hampir tiga tahun, aktivitas pacaran mereka dalam banyak hal mirip dengan pasangan-pasangan lain. Mereka pergi berkencan dengan menonton film, berfoto-foto, mengunjungi taman, dan berjanji untuk mengikat cinta lewat pernikahan.

Namun janji itu tidak pernah terwujud. Kisah asmara mereka membuat marah keluarga Kumbhar, penganut ajaran Hindu, sehingga mereka diduga menyewa sejumlah anggota kelompok nasionalis Hindu garis keras untuk membunuh Mullah yang berusia 24 tahun, yang beragama Islam.

Polisi mengatakan, 28 September 2021, jazad Mullah yang dimutilasi ditemukan berlumuran darah di sebuah rel kereta. Nazima Shaikh, ibu Mullah, tak kuasa menggambarkan kesedihan hatinya.

“Apa kejahatannya? Ia hanya mencintai. Ia tidak mengambil uang siapa pun, atau melakukan apa pun kepada siapa pun," katanya.

BACA JUGA: Gadis Muslim India Tewas Dibakar Hidup-Hidup karena Tolak Lamaran Pemuda Hindu

Kelompok-kelompok HAM mengatakan kekerasan terhadap pasangan beda agama telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dan terutama dilakukan oleh kelompok-kelompok nasionalis Hindu garis keras yang ingin menghentikan hubungan semacam itu.

Ratusan lelaki Muslim telah diserang, dan banyak pasangan terpaksa bersembunyi. Beberapa di antara mereka bahkan dibunuh.

Sementara pernikahan antaragama antara Hindu dan Muslim jarang terjadi di India, Partai Bharatiya Janata Party (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, dan kelompok-kelompok nasionalis Hindu lainnya dengan tegas mengecam apa yang mereka sebut "jihad cinta".

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya