Di India, Cinta Beda Agama Berakhir dengan Pembunuhan

Agregasi VOA, Jurnalis
Selasa 30 November 2021 11:22 WIB
Foto: Reuters.
Share :

Pemimpinnya, Ramakant Konduskar, yang menyebut dirinya pejuang dalam pertempuran untuk menyelamatkan agama Hindu, mengatakan bahwa dia tidak menentang agama apa pun tetapi orang harus menikah di dalam agama mereka sendiri. Ia menganggap "jihad cinta" sebagai ancaman bagi masyarakat.

Sebuah studi Pew Research Center tahun 2020 menemukan bahwa sekitar dua pertiga umat Hindu di India menentang pernikahan beda agama. Persentase umat Islam di India yang menentang pernikahan seperti itu bahkan lebih besar lagi, yakni hampir 80 persen.

Beberapa yurisdiksi yang diatur oleh partai Modi telah mulai mencoba menyisipkan sentimen itu ke dalam undang-undang. Tahun lalu parlemen di Uttar Pradesh, negara bagian yang dipimpin oleh rahib Hindu Yogi Adityanath, meloloskan undang-undang "jihad cinta" pertama di India, yang mewajibkan pasangan dari agama yang berbeda untuk memberikan pemberitahuan dua bulan kepada pihak berwenang sebelum menikah.

Undang-undang tersebut berlaku untuk semua pernikahan beda agama, tetapi terutama mempengaruhi Muslim karena Islam mengharuskan non-Muslim untuk berpindah agama sebelum pernikahan dilangsungkan,

Berdasarkan undang-undang itu, pejabat berwenang bisa memutuskan apakah pindah agama itu terjadi melalui pemaksaan. Bila memang karena pemaksaan, kejahatan seperti itu dapat dihukum hingga 10 tahun penjara.

Karena pihak berwenang dapat mengumumkan nama pasangan selama proses tersebut, kelompok-kelompok garis keras terkadang turun tangan untuk menekan keluarga perempuan agar mengajukan tuntutan pemaksaan pindah agama.

Sejauh ini hampir 100 orang telah ditangkap berdasarkan undang-undang tersebut, meskipun hanya sedikit yang telah dihukum.

Tiga negara bagian lain yang diperintah oleh BJP telah menerapkan langkah serupa.

Para kritikus mengatakan undang-undang itu melanggar hak konstitusional untuk privasi. Yang lain khawatir undang-undang itu dapat semakin memperluas pertikaian antaragama dan menuduh BJP memicu ketakutan imajiner.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya