Curhatan Pilu Istri Korban Penembakan: Suami Saya Ditembak Polisi dari Belakang!

Jonathan Simanjuntak, Jurnalis
Rabu 01 Desember 2021 16:37 WIB
Mobil yang ditembak Ipda Os/ ist
Share :

JAKARTA - Lasti Silitongan, istri dari Poltak Pasaribu, korban penembakan Ipda Os mengatakan, saat kejadian, suaminya sedang berada bersama tiga orang lainnya di dalam mobil Daihatsu Ayla hitam bernomor polisi B-2235-TRA. Ketiganya adalah Charles (sopir), M Aruan, dan satu lagi yang dia tidak ketahui identitasnya.

(Baca juga: Sebelum Ditembak Mati Ipda Os, Poltak Pasaribu Buntuti Pejabat Tinggi Bawa Perempuan ke Hotel)

Dari pengakuan Charles atau sang sopir, rombongan suaminya sedang mengikuti seorang pejabat tinggi dari DKI Jakarta. Dirinya menyebut pejabat tinggi itu membawa seorang perempuan dan mengarah ke Hotel di Sentul.

Meski sedang membuntuti, Lasti memastikan, bahwa suami dan rombongan saat itu tidak melakukan perlawanan. Rombongan suaminya saat itu sempat disuruh berhenti di area jalan tengah tol, namun menolak dan memilih berhenti di pintu keluar Bintaro.

(Baca juga: Terungkap! Penyebab Ipda OS Tembak Poltak Pasaribu hingga Tewas di Tol Bintaro)

“Orang ini kan memang membuntuti seseorang yang keluarga pejabat tinggi dibilang gitu. Jadi setelah dibuntuti itu orang ini diarahkan ke pinggir jalan, disuruh minggir sama yang polisi ini, jadi kan tadinya gatau polisi itukan,” jelas Lasti ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (1/12/2021).

Saat itu kata dia, Ipda Os yang diketahui berdinas di Polda Metro Jaya, meminta mobil yang ditumpangi suaminya menepi di Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR), Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

“Jadi disuruh minggir di tol tengah, orang ini gamau berhenti. Maksudnya agak ke mendekat keluar ke tol Exit Bintaro lah,” sambungnya.

Di exit Bintaro itulah penembakan terjadi. Rombongan suaminya yang berhenti saat itu langsung ditembaki orang tak dikenal yang berhenti di depan mobilnya. Sesaat setelah ditembak, penembak itu langsung melarikan diri.

“Orang itu berhenti, turun seseorang dari depan langsung ditembakan. Kalau sopir kan ga noleh kebelakang, kiranya itu dia (polisi) nembakin ke atas. Padahal suami saya kan ‘aduh saya kena ketembak’, datang lagi seseorang itu terus yang dari kaca samping ditembak juga. Nah kena, jadi dua kali tembakan ke mobil itu,” jelas Lasti.

“Begitu ditembak, kabur itu yang nembak, baru tau sekarang itu polisi yang nembak. Karena sudah tertangkap baru tahu ini polisi,” sambungnya.

Lasti menegaskan rombongan suaminya menyangkal bila ada keterangan yang mengatakan bahwa suaminya melakukan perlawanan. Saat itu dirinya memastikan dan bertanya kepada sang sopir yang berada di lokasi kejadian.

“Menyangkal (perlawanan) kami itu, soalnya kalau kami tanya itu sopirnya sama korban si Aruan waktu di RS Pelni itu,” ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya