Kisah Jenderal Hoegeng Tak Mau Suratnya Diterima Perantara, Kecuali ke Bung Karno

Lutfia Dwi Kurniasih, Jurnalis
Kamis 02 Desember 2021 06:42 WIB
Jenderal Hoegeng (Foto: Ist)
Share :

Mangil memang sudah terbiasa dengan kebiasaan Pak Hoegeng yang senang guyon. Jadi, dia tak marah melihat Dharto dengan ciri-cirinya yang bertolak belakang dengan yang disebutkan Hoegeng. Dharto sendiri paham dengan gaya Hoegeng yang suka bercanda.

Suatu saat, Hoegeng juga pernah meminta Dharto untuk mengantarkan dua surat dengan kategori sangat rahasia kepada Waperdam Roeslan Abdulgani dan Idham Chalid. Permintaan Hoegeng, surat tersebut harus sampai ke tangan mereka. Jangan lewat sekretaris apalagi ajudan, kata Hoegeng.

Pertama, surat harus diantar ke Roeslan Abdulgani. Kebetulan, sekretarisnya rekan Dharto waktu di Setneg sehingga Dharto berharap suratnya mudah disampaikan kepada Roeslan. Namun ternyata tak mudah. Meskipun sekretarisnya adalah rekannya, dia tetap minta Dharto menitipkan suratnya itu kepadanya.

Menurut sekretarisnya, Roeslan tengah beristirahat tidur siang sehingga tak bisa diganggu untuk sekadar menerima surat. Surat pun dimintanya untuk disampaikan nanti setelah Roeslan bangun tidur. Tetapi, Dharto bersikeras bahwa surat harus langsung disampaikan kepada Roeslan, tanpa perantara siapa pun seperti yang ditugaskan Hoegeng.

Dari kisah kesederhanaan, kejujuran, dan tegas saat menjabat inilah yang membuatnya patut dijadikan sebagai contoh yang baik.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya