Kronologis Ipda OS Tembak Mati Poltak Pasaribu, Korban Sempat Buntuti Pejabat Masuk Hotel dengan Perempuan

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 02 Desember 2021 08:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTAPenembakan brutal di Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR) Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan menewaskan salah seorang korbannya. Poltak Pasaribu, salah satu dari dua korban penembakan yang dilakukan seorang Polantas itu akhirnya meninggal dunia.

Insiden bermula saat mobil yang dinaiki Poltak dan tiga orang lainnya, dihentikan di area jalan tol JORR.

BACA JUGA: Terungkap! Penyebab Ipda OS Tembak Poltak Pasaribu hingga Tewas di Tol Bintaro

Menurut keterangan istri Poltak Pasaribu, suaminya dan rombongannya saat itu sedang membuntuti seorang pejabat tinggi DKI Jakarta, yang diduga membawa seorang perempuan, dari sebuah hotel di Sentul.

“Jadi setelah dibuntuti itu orang ini diarahkan ke pinggir jalan, disuruh minggir sama yang polisi ini, jadi kan tadinya gatau polisi itukan,” jelas Lasti Silitongan, sang istri, ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (1/12/2021).

Sempat menolak, mobil bernomor polisi B-2235-TRA itu akhirnya berhenti di pintu keluar Bintaro.

BACA JUGA: Curhatan Pilu Istri Korban Penembakan: Suami Saya Ditembak Polisi dari Belakang!

“Jadi disuruh minggir di tol tengah, orang ini gak mau berhenti. Maksudnya agak ke mendekat keluar ke tol Exit Bintaro lah,” lanjutnya.

Setelah menghentikan kendaraan, Polantas berinisial Ipda OS kemudian membawa Poltak dan rombongannya ke kantor PJR Jaya 4 untuk diamankan. Namun, di lokasi terjadi keributan yang berujung dengan penembakan terhadap dua korban, M. Aruan dan Poltak Pasaribu.

Sempat dirawat di rumah sakit, Poltak Pasaribu akhirnya meninggal dunia pada Minggu (28/11/2021).

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan bahwa Ipda OS mendapat laporan dari seseorang berinisial O yang mengaku merasa terancam karena dibuntuti oleh mobil Poltak dan rombongannya.

"Berdasarkan keterangan saksi karena orang tersebut si pelapor itu diikuti dari mulai satu hotel yang ada di wilayah Sentul, kemudian diikuti oleh beberapa unit mobil karena dirinya merasa terancam maka kemudian orang tersebut melaporkan kepada kepolisian," kata Tubagus.

Dia mengatakan bahwa menurut keterangan saksi, korban melakukan perlawanan sehingga Ipda OS kemudian melepaskan tembakan.

“Masih (berdasarkan) kepada keterangan saksi itu, ada mau ditabrak, kemudian terjadilah tembakan sebanyak dua kali yang mengenai dua korban," ucapnya.

Namun, Lasti membantah suaminya melakukan perlawanan. Dia mengatakan telah bertanya kepada sopir yang berada di lokasi kejadian mengenai penembakan yang menewaskan Poltak.

“Aku langsung telepon sopir, ‘ito, coba buka dulu itu beritanya, gimana sih sebenarnya, kan itu di dalam mobil itu’. Dia bilang ‘oh engga ada itu, gak ada perlawanan, boro-boro kita ditanya, boro-boro ditanya kita siapa, kenapa kalian buntuti si A itulah (yang dimaksud pejabat yang dibuntuti),” terangnya.

Kasus penembakan ini masih dalam penyelidikan Propam Polda Metro Jaya, sementara keluarga korban berharap pihak yang terlibat dapat dihukum berat dan latar belakang penembakan ini bisa diungkap tuntas.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya