Kali ini Gubernur dua periode tersebut melakukan kunjungan kerja ke DAS Barito untuk melihat langsung potensi daerah yang menonjol sesuai dengan karakteristik daerahnya, untuk dikembangkan. Upaya tersebut tidak lain adalah untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat setempat secara khusus, dan kesejahteraan masyarakat Kalteng pada umumnya.
Apa yang diungkapkan Sugianto Sabran sangatlah beralasan, terlebih jika Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur terealisasi dalam beberapa tahun kedepan.
“Kita harus mempersiapkan semuanya apabila perpindahan ibu kota negara (IKN) baru terealisasi, Kalteng harus ambil bagian dan menjadi bagian penting dari IKN. Sektor perekonomian harus tumbuh, kita sudah ditetapkan oleh Presiden untuk proyek strategis nasional program food estate, sekarang tinggal kita, kemauan kita untuk melaksanakannya dengan baik” tuturnya
Sementara Indonesia terus bergerak maju dengan rencana untuk merelokasi IKN ke Kalimantan Timur pada pertengahan 2024, setelah Rancangan Undang-Undang (RUU) dan rencana keseluruhan mendekam cukup lama ditengah merebaknya SARS-CoV-2, atau pandemi Covid-19. Di dalam RUU yang baru saja disampaikan ke DPR RI September lalu ini, Pemerintah Indonesia berencana untuk memindahkan IKN dari DKI Jakarta ke area seluas 56.180 hektar (ha) di Provinsi Kalimantan Timur.
Sejalan dengan itu Pemprov. Kalteng dibawah kepemimpinan Sugianto Sabran-Edy Pratowo terus melakukan upaya dan terobosan potensi daerah, dengan menitikberatkan karakteristik daerah masing-masing.