Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BNPB : 379,76 Hektare Lahan di Kalteng Terbakar sejak Januari 2026

Jonathan Simanjuntak , Jurnalis-Sabtu, 18 April 2026 |20:35 WIB
BNPB : 379,76 Hektare Lahan di Kalteng Terbakar sejak Januari 2026
BNPB : 379,76 Hektare Lahan di Kalteng Terbakar sejak Januari 2026 (Ilustrasi/Dok BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lahan seluas 379,76 hektare di Kalimantan Tengah (Kalteng) dilanda kebakaran sejak Januari 2026. Jumlah luas lahan yang terbakar ini kembali bertambah akibat terjadinya peristiwa kebakaran di Kabupaten Sukamara pada Jumat (17/4/2026).

1. Karhutla di Kalteng

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB, Abdul Muhari menjelaskan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Cabang Barat, Sukamara itu terjadi pada lahan seluas 2,90 hektare. 

"Kejadian ini menambah total luasan lahan terbakar akibat karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah sejak awal Januari 2026 menjadi total seluas 379,76 hektare," ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/4/2026).

Abdul mengatakan, BPBD Sukamara bergerak cepat untuk melakukan operasi pemadaman saat si jago merah mengamuk. Ia memastikan kebakaran itu juga telah dipadamkan.

"Pemadaman dilakukan secara mekanis menggunakan kopyor dan jet shooter atau pompa punggung," ucap Abdul.

Atas peristiwa ini, BNPB mengimbau warga untuk tidak lengah terhadap potensi risiko bencana hidrometeorologi kering. Sejalan dengan ini, ia juga mengimbau warga untuk tidak membakar sampah hingga memastikan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

"Masyarakat juga tidak boleh lengah akan potensi risiko bencana hidrometeorologi kering seperti kebakaran hutan dan lahan. Untuk pencegahan terjadinya karhutla, warga diimbau untuk tidak membakar sampah, membuka lahan dengan pembakaran, serta memastikan padamnya bara saat membuang puntung rokok," tuturnya. 

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement