LUMAJANG – Abu vulkanik akibat Gunung Semeru yang meletus hari sangat membahayakan warga sekitar. Amukan gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (Mdpl) ini membuat suasana mencekam dan warga pakik berlarian menyelamatkan diri.
(Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Polres Lumajang Alihkan Lalu Lintas Kendaraan)
Akibat abu vulkanik yang membumbung tinggi menutup dua kecamatan di Lumajang hingga gelap gulita. Kedua kecamatan itu yakni Pronojiwo dan Candipuro.
Ahli mitigasi bencana yang juga mantan Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono menyatakan masyarakat yang ada di bantaran sungai yang berhulu di Gunung Semeru harus ekstra waspada terhadap awan panas dan dampak selanjutnya berupa banjir lahar panas.
"Saya khawatir masih ada hujan di puncak Gunung Semeru yang membawa awan panas yang mengendap di puncak. Masyarakat yang ada di bantaran sungai harus super, super waspada. Jangan mendekat ke sungai," ujar pria yang akrab disapa Mbah Rono saat berbicara di salah satu stasiun televisi
(Baca juga: Gunung Semeru Meletus Hebat, Warga: Astagfirullah)
Dia melanjutkan, bahwa areal 5 Km sekitar puncak merupakan daerah berbahaya. "Ikuti arahan BPBD yang sudah sering kordinasi dengan Badan Geologi. Kalau di luar radius 5 km masih aman, tunggu dulu. Karena BPBD paling tahu ke arah mana membawa masyarakat menyelamatkan diri," pesan Mbah Rono.