JAKARTA - Pemkab Lumajang, Jawa Timur, membutuhkan bantuan tenaga sukarelawan untuk mengevakuasi warga di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, yang terdampak erupsi Gunung Semeru.
Para relawan itu dibutuhkan untuk melakukan evakuasi pada hari ini, Minggu (5/12/2021). Evakuasi warga yang terdampak erupasi Semeru tersebut sempat dihentikan lantaran intensitas hujan abu vulkanik lebat di lokasi.
"Kami sangat membutuhkan tambahan relawan untuk membantu evakuasi warga. Evakuasi pada malam ini sudah tidak bisa dilanjutkan karena hujan abu vulkanik yang turun cukup deras," kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq.
Dia menjelaskan di beberapa lokasi di Lumajang masih turun hujan abu vulkanik cukup deras dan guguran awan panas yang turun juga menjadi kendala bagi relawan untuk mengevakuasi warga di Dusun Kamar Kajang, bahkan sembilan orang dikabarkan masih belum ditemukan keluarganya.
"Kepala BPBD Kota Probolinggo sudah datang dan saya ucapkan terima kasih. Saya juga berkoordinasi dengan bupati dan Wali Kota Malang untuk meminta bantuan untuk bergerak ke Pronojiwo," tuturnya.
Baca juga: Gunung Semeru Meletus, 8-10 Warga Terjebak dan Keluarga Menangis Butuh Pertolongan
Bupati yang akrab dipanggil Cak Thoriq itu mengatakan medan untuk mengevakuasi cukup berat dan guguran awan panas juga belum dingin, sehingga dapat membahayakan keselamatan relawan kalau dipaksakan untuk mengevakuasi.
Baca juga: Tepat Setahun Lalu, Semeru Ternyata Pernah Meletus!
"Saat ini Pemkab Lumajang bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang dan para relawan tengah melakukan pertolongan atau membantu evakuasi warga yang terdampak bencana alam tersebut," katanya.