JAKARTA – Seorang perwira pertama Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid, meninggal dunia akibat tertembak. Sebelumnya, korban diduga ditembak rekan sejawatnya saat bertugas di Solo, Jawa Tengah.
Kepala Penerangan Kopassus, Kolonel Indra Mardianto menegaskan, bahwa peristiwa tersebut murni disebabkan oleh faktor kelalaian dan ketidaksengajaan yang terekam kamera pengawas (CCTV). Kejadian tertembaknya korban di gudang senjata karena pistol meledak.
‘’Pihak Kopassus membantah spekulasi adanya penembakan sengaja oleh rekan sejawat dalam insiden tersebut,’’ujar Kolonel Indra dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).
Namun dia menegaskan, untuk memastikan transparansi hukum, kasus ini segera dilimpahkan ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) Surakarta untuk proses penyelidikan lebih mendalam.
Letda Jihad, merupakan anggota dari Batalyon 26 Grup 2 Kopassus yang bermarkas di Kandang Menjangan, Surakarta. Korban merupakan putra kedua dari Kapenrem 181/PVT Sorong, Mayor Inf Triyana dan Sekretaris Dinas PM-PTSP Kota Sorong, Zainab Jelfoom.
Jenazah almarhum telah dimakamkan secara militer di Taman Makam Bahagia Kota Sorong, Papua Barat Daya. Kedatangan jenazah dikawal langsung oleh Dangrup 2 Kopassus, Brigjen TNI Edwin Apria Candra.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.