JAKARTA - Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, saat ini Gunung Semeru masih berada dalam status level II atau waspada. Hal tersebut berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
“Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat ini Gunung Semeru masih dalam status level II atau ‘waspada,” ucap Abdul dalam keterangan resminya, Minggu (5/12/2021).
Sementara itu, dalam pantauan radar Accuweather, saat ini kondisi udara dalam tingkat polusi yang tinggi. Abdul mengingatkan polusi tinggi ini dapat berdampak negatif terhadap kelompok masyarakat.
“Yang termasuk dalam kategori rentan, yaitu lansia, ibu hamil, disabilitas serta anak-anak,” ucapnya.
Pada pantauan visual, Abdul menjelaskan awan panas guguran juga telah berhenti. Menurutnya, kondisi ini disebabkan cuaca hujan yang terjadi di sekira puncak kubah lava Gunung Semeru.
“BPBD terus melakukan koordinasi bersama perangkat desa setempat dan Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) terkait pemutakhiran aktivitas Gunung Semeru,” katanya.
Baca Juga : 8 Kecamatan di Lumajang Terdampak Abu Vulkanik Gunung Semeru
Sampai saat ini BPBD Kabupaten Lumajang juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pada daerah alisan sungai (DAS) di Curah Kobokan dan lainnya. Hal ini mengingat dimungkinkannya DAS tersebut menjadi aliran guguran awan panas.
(Erha Aprili Ramadhoni)