Namun, dia mengaku ikhlas menjalani profesi sebagai penjaga palang pintu, meski hanya diberi upah Rp 5 ribu per hari. Bahkan upah tersebut diakumulasi dan diberikan oleh desa setiap setahun sekali.
Aksi heroiknya tersebut menuai pujian dari warganet.
“sehat selalu kek, semoga dilimpahkan terus rezekinya,” kata @ikakurnia
“semoga kakek diangkat derajatnya sama PT KAI,” tulis akun @hindarsyahaurel
(Awaludin)