Air Mata Prabowo Tumpah Lihat Prajuritnya Sekarat Terkena Ranjau

Mohammad Adrianto S, Jurnalis
Jum'at 10 Desember 2021 11:43 WIB
Dok Kopassus
Share :

JAKARTA - Letjen TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo merupakan sosok malang melintang di militer. Dirinya merupakan perwira TNI kenyang pengalaman dan pernah turun di berbagai operasi.

(Baca juga: Kisah Prabowo Tidur Sambil Jalan saat di Pasukan Baret Merah Kopassus)

Salah satunya adalah dalam Operasi Seroja di Timor Timur yang bertujuan untuk menyatukan wilayah tersebut ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam operasi tersebut, Suryo Prabowo memiliki banyak kenangan, yang dia tuangkan dalam bukunya berjudul "Si Bengal Jadi Jenderal". Kala itu, dirinya berperang melawan Front Revolusi Kemerdekaan Timor-Leste (Fretilin).

(Baca juga: Tribuana Kopassus, Kolam Renang Terdalam di Asia Tenggara Tempat Latihan Pasukan Katak Baret Merah)

Dirinya memimpin peletonnya untuk membersihkan lapangan ranjau musuh bersama Peleton Zeni Tempur (Tonzipur) di celah Lariguto, Ossu, Timor Timur.

Tiba-tiba, mereka mendengar suara ledakan yang datang entah dari mana. Dengan sigap Suryo Prabowo beserta pasukannya bertiarap dan membeku, tidak bergerak sama sekali.

Setelah situasi terbilang aman, pasukan menemukan enam pasukan, beserta sang pimpinan Kopral Amin, tewas dihantam ranjau lawan. Tubuh mereka ditemukan dalam keadaan hancur penuh darah.

"Tarik prajuritmu dan evakuasi korban,” perintah Suryo Prabowo kepada Dantonzipur di sebelahnya yang terlihat syok. Mereka lantas melakukan perintah atasannya tersebut.

Kopral Amin merasa bersalah karena membuat bawahannya tewas. “Maaf, Ndan. Saya lengah,” ucap Kopral Amin, yang saat itu tengah sekarat kepada Suryo Prabowo.

Anak buahnya yang merupakan Abituren Akademi Militer (Akmil) tahun 1976 mengorbankan diri mereka agar Kopral Amin tidak tewas terkena ranjau.

Suryo Prabowo berusaha menenangkan Kopral Amin yang saat itu terlihat merasa bersalah. Sudah jangan pikirkan yang tidak-tidak. Berdoa ya Pak, agar semua ini cepat berlalu dan selesai,” kata Suryo Prabowo.

"Saya paham sekali, Komandan. Dan mohon dapat dilakukan dengan cepat. Tolong sampaikan kepada istri dan anakku bahwa saya gagal dalam tugas tetapi saya bukan pengecut,” balas Kopral Amin ke Suryo Prabowo.

Suryo Prabowo mencabut pistolnya, dengan tujuan mengakhiri hidup Kopral Amin. Tindakan tersebut awalnya sempat mendapat reaksi keras dari anak buahnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya