LUMAJANG - Pelaku penjarahan rumah korban Gunung Semeru di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumber Wuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur ditangkap warga. Bahkan, ia hampir dihajar massa saat ditangkap, beruntung aparat berhasil menghindarkannya dari amukan massa.
Pelaku yang belum diketahui namanya itu kedapatan mengambil perabotan dapur di rumah warga yang terdampak bencana Gunung Semeru. Perabotan itu lalu ditampung di sepeda motor yang sudah dia siapkan.
Sebelumnya, Pengetatan akses masuk lokasi bencana ini terutama dilakukan terhadap relawan umum yang tak memakai seragam. Dari pantauan reporter Media Portal Indonesia (MPI) di pintu masuk Desa Sumberwuluh dan Supiturang, petugas sempat menghalau beberapa pemuda yang dianggap tak memiliki keperluan mendesak untuk masuk ke lokasi bencana.
Setidaknya, dua pemuda yang berboncengan motor diminta petugas untuk putar balik lantaran bukan warga setempat. Perlakuan yang sama juga dilakukan bagi warga lain yang tak memiliki keperluan di lokasi bencana.
"Selain untuk keamanan, juga agar tak terlalu banyak warga yang masuk ke lokasi bencana," kata salah satu petugas kepolisian kepada MNC Portal.
Menurut pengakuan warga korban letusan Gunung Semeru, penjarahan sudah terjadi sejak hari kedua erupsi. Lantaran banyak barang berharga milik warga yang hilang, mereka nekad untuk pulang ke rumah untuk menyelamatkan benda miliknya, kendati kondisi Gunung Semeru masih belum dianggap aman.
Barang yang hilang tak hanya berupa benda rumah tangga, tapi juga hewan ternak. Seperti yang diungkapkan Tukiran, warga Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Ia mengaku kehilangan lima ekor kambing yang ada di kandang belakang rumahnya.
"Sebenarnya ada enam ekor, tapi yang satu ekor mati," kata Tukiran.
(Khafid Mardiyansyah)