Ahli Ungkap Kendala dalam Upaya Relokasi di Daerah Rawan Bencana

Lutfia Dwi Kurniasih, Jurnalis
Senin 13 Desember 2021 11:38 WIB
Kondisi pasca erupsi Gunung Semeru. (BNPB)
Share :

JAKARTA - Ahli Geologi dan Vulkanologi, Surono, menyebut merelokasi daerah rawan bencana bukanlah hal mudah. Ia menyoroti ada sejumlah faktor yang menyebabkan daerah rawan bencana sulit direlokasi.

Dalam Special Dialogue Okezone, Minggu (12/12/2021), Surono menjelaskan daerah rawan bencana merupakan kawasan yang subur. Hal ini berpengaruh terhadap perekonomian.

"Semua daerah rawan bencana itu daerah yang nyaman, utamanya daerah-daerah bencana rawan gunung api, pasirnya nomor satu, pasirnya mahal, daerahnya subur, secara (PAD) Pendapatan Asli Daerah, pasti menguntungkan. PAD-nya bagus ekonominya bagus, karena subur dan bagus ekonominya banyak masyarakat yang tinggal disitu kan, itu sangat bermanfaat dan diperjuangkan," ujarnya.

Surono mengaku, dirinya berharap peta rawan bencana dapat menjadi dasar dalam penataan ruang. Hal ini agar dapat mengurangi risiko potensi bencana yang terjadi.

"Saya dulu bermimpi peta-peta rawan bencana itu menjadi tanda dasar dalam penataan ruang dan wilayah yang berbasis perlindungan dalam masyarakat. Andaikan bisa dikurangi risikonya dengan latihan, dengan struktur yang bagus," ujarnya.

"Tapi, kalau tidak bisa dikurangi risikonya ya jangan lagi ditempatin," ucapnya.

Ia pun menjabarkan soal bencana gempa yang menelan banyak korban jiwa dari kurun 2000-2011. Ia mengatakan, dari total 12 peristiwa dengan di atas 1.000 korban meninggal, empat di antaranya terjadi di Indonesia.

"Ada 12 gempa bumi di dunia yang korbanya lebih dari 1000 jiwa. Empat dari 12 itu ada Indonesia, pertama Aceh, Sumatra, Jogja, Padang, jadi dari empat ini di Indonesia dari situ kita bisa simpulkan, bencana itu, kalau orang itu tidak salah ruang ya salah struktur bangunannya," katanya.

Menurutnya, jika faktor salah ruang dan struktur bangunan ini bisa dikurangi, dapat meminimalkan korban jiwa ketika terjadi bencana.

Baca Juga : Ahli Vulkanologi Ungkap Cara Antisipasi Erupsi Gunung Semeru dan Gunung Berapi Lainnya

"Kalau ruang itu sudah bisa dikaji dan kemudian strukturnya bisa dikurangi risikonya, paling tidak bangunan masyarakat kalau ada gempa belum rusak pada saat masyarakat masih ada di dalamnya begitu keluar boleh rusak sehingga risiko bisa diturunkan," tuturnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya