Ternyata Ini Penyebab Gunung Anak Krakatau Runtuh hingga Sebabkan Tsunami

Arif Budianto, Jurnalis
Kamis 30 Desember 2021 12:38 WIB
Gunung Anak Krakatau saat erupsi (foto: dok Susi Air)
Share :

BANDUNG - Masih ingat bencana tsunami di laut Jawa dan Sumatera pada 22 Desember 2018, dan menyebabkan sekitar 400 orang meninggal dunia. Saat itu banyak disebut bahwa tsunami dibebaskan oleh runtuhnya sebagian tubuh Gunung Anak Krakatau.

 

Namun, haid study terbaru, tsunami disebabkan oleh proses destabilisasi jangka panjang. Tsunami tidak dipicu oleh perubahan mencolok dalam sistem magmatik yang dapat dideteksi oleh teknik pemantauan yang ada saat ini.

Baca juga:  LAPAN Ungkap Letusan Gunung Anak Krakatau Melalui Citra Satelit

Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam penelitian terbaru yang berjudul "Downward-Propagating Eruption Following Vent Unloading Implies No Direct Magmatic Trigger For the 2018 Lateral Collapse of Anak Krakatau dan dipublikasikan dalam Earth and Planetary Science Letters".

Bahwa gunung Anak Krakatau telah meletus selama sekitar enam bulan sebelum keruntuhan. Aktivitas itu memperlihatkan lebih dari dua pertiga dari ketinggiannya meluncur ke laut saat pulau itu seolah terbelah menjadi dua. Peristiwa tersebut memicu tsunami dahsyat, yang menggenangi garis pantai Jawa dan Sumatera.

Baca juga:  Gunung Anak Krakatau Mulai 'Menjinak', Dampak Erupsi Hanya Radius 2 Kilometer

Sebuah tim penelitian Inggirs dan Indonesia yang dipimpin oleh University of Birmingham memeriksa material vulkanik dari pulau-pulau terdekat guna mencari petunjuk untuk menentukan apakah letusan kuat dan eksplosif yang diamati sesaat setelah keruntuhan itu memicu tanah longsor dan tsunami.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya