Laporan Akhir Tahun 2021, Polres Jakpus Gagalkan Peredaran 741 Kg Sabu

Komaruddin Bagja, Jurnalis
Jum'at 31 Desember 2021 20:48 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat merilis kasus yang sempat ramai selama 2021. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, strategi yang digunakan untuk menyelesaikan kasus dengan cara khusus.

"Saya awali dengan pengungkapan narkoba ya, karena di sini kami menggunakan pola yang berbeda, artinya disini kami menggunakan strategi khusus. Mengapa kami paparkan narkoba dulu, Kami menggunakan strategi khusus dalam pengungkapan kasus narkoba Karena berdasarkan informasi intelijen yang kami peroleh di masa pandemi ini justru narkoba itu banyak masuk ke Jakarta khususnya Jakarta Pusat dan ternyata kejahatan narkoba ini sangat berpengaruh terhadap situasi Kamtibmas secara global," urai Hengki di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Jumat (31/12/2021).

Para bandar dan pengedar sengaja memanfaatkan kelengahan aparat yang tengah fokus menangani pandemi Covid-19 untuk memasukkan barang haram.

Saat narkoba telah beredar luas, maka para penggunanya kehilangan rasa takut, seperti kasus begal sadis yang menghilangkan nyawa karyawati Basarnas.

Setelah ditelusuri pelaku merupakan pengguna narkoba yang mencari mangsa agar bisa membeli sabu.

Baca juga: Rilis Akhir Tahun 2021, Kapolres Jakpus Sampaikan Kendala Ungkap Kasus Pegawai KPI

"Nah ini yang menarik di saat pandemi justru banyak narkoba yang masuk ke DKI khususnya Jakarta Pusat dan ini sangat berpengaruh terhadap kamtibmas sebagai contoh nanti akan kami jelaskan mengapa kami paparkan lebih dahulu, karena banyak kejahatan-kejahatan lapangan yang terjadi di Jakarta Pusat yang mengakibatkan korban itu fatalitas nya makin berat meninggal dunia dan sebagainya,karena pelaku-pelaku ini di bawah pengaruh narkoba khususnya sabu," ungkapnya.

Baca juga: Sejumlah Kasus Menonjol di Polres Jakpus selama 2021

Oleh karenanya Jakarta Pusat bisa dilihat pencapaiannya, Polres Metro Jakarta Pusat menggunakan strategi khusus yang dikenal dengan istilah pre-emtif strike.

"Jadi Kami sasar Bandar dan pengedar, bukan hanya pengguna tapi sekarang kami Bandar dan pengedar. Bisa lihat yang kami paparkan ini sebagian besar ini narkoba di luar negeri khususnya jaringan Iran dan Malaysia, Jadi sekarang ada modus justru datang dari Timur Tengah, yang besar yaitu 618 kilo sabu dan Malaysia 123 kilo sabu, jadi total adalah 741 kilogram, Khusus Jakarta Pusat, nanti akan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 741 kilo ini hanya Jakarta Pusat, di luar kami kan bergabung pada saat itu ada gabungan Polda Metro Jaya 1,1 ton, tapi khusus Jakarta Pusat kami lengkap mengungkap 741 kg sabu, jadi perhatian kita bersama," urainya.

Baca juga: Kapolres: Tingkat Kriminal di Jakarta Pusat Turun selama 2021

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya