Tabiat Ratu Sakti Raja Pajajaran: Menikahi Istri Ayah Sendiri hingga Gemar Membunuh

Avirista Midaada, Jurnalis
Sabtu 01 Januari 2022 05:53 WIB
Peta Kerajaan Pajajaran. (Foto: Ist)
Share :

KERAJAAN Pajajaran pernah diperintah oleh seorang raja yang memiliki tabiat sangat buruk. Raja bernama Ratu Sakti memerintah pasca Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi, Surawisesa dan Ratu Dewata yang memerintah di Pakuan.

Ia dikenal oleh rakyat sebagai raja yang temperamental. Buku "Hitam Putih Pajajaran : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran" tulisan Fery Taufiq El Jaquenne, menggambarkan bagaimana etika dan moral yang secara turun-temurun selalu dijunjung tinggi, tetapi pada masa kepemimpinan Ratu Sakti selalu dilanggar.

Pelanggaran Ratu Sakti yang dilakukan konon cukup banyak. Bahkan ia sengaja menikahi istri ayahnya sendiri, membunuh orang tanpa dosa, merampas harta orang-orang kecil, tidak berbakti kepada orang tua dan pemuka agama. Hal ini membuat pemuka agama sepakat menilai Ratu Sakti sudah keterlaluan. 

Baca juga: Kekuatan Mengerikan Pasukan Elite Kerajaan Pajajaran di Masa Prabu Siliwangi

Padahal ada budaya yang harus dipatuhi bagi siapa saja yakni Estri larangan, dilarang menikahi istri selir ayah. Bahkan Prabu Dewa Niskala turun tahta hanya karena dianggap melanggar estri larangan, yaitu menikahi istri yang dilarang.

Kisah tabiat Ratu Sakti ini diceritakan pada Carita Parahyangan, “Lawasniya ratu dalapan tahun, kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere. Mati - mati wong tanpa dosa, ngarampas tanpa prenge, tan bak ti ring wongatuha, asampe ring sang pandita. Aja tinut de sang kawuri, polah sang nata, mangkana Sang Prebu Ratu, carita inya".

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya