PYONGYANG - Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel) mengatakan Korea Utara (Korut) telah menembakkan apa yang disebut sebagai proyektil tak dikenal ke laut.
Penjaga pantai Jepang, yang pertama kali melaporkan peluncuran tersebut, mengatakan bahwa itu berpotensi menjadi rudal balistik, tetapi belum ada konfirmasi yang diberikan.
Seperti diketahui, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melarang Korea Utara melakukan uji coba senjata balistik dan nuklir.
Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi peluncuran pertama yang dilakukan oleh Pyongyang tahun ini.
Baca juga: Insiden Langka, Warga Korsel Nekat Lintasi Zona Demiliterisasi Membelot ke Korut
Peluncuran itu dilakukan beberapa hari setelah Pemimpin Tertinggi Korut Kim Kong-un mengatakan bahwa Pyongyang akan terus memperkuat kemampuan pertahanannya karena lingkungan militer yang semakin tidak stabil di semenanjung Korea.
Dia membuat pernyataan selama pertemuan akhir tahun penting dari partai yang berkuasa di Korea Utara.
Baca juga: Berat Badan Turun Drastis, Teori Konspirasi Sebut Kim Jong-un Telah Digantikan Tubuh Ganda
Pada 2021, Korea Utara melanjutkan kemajuan program senjatanya, melakukan apa yang dilaporkan media pemerintah sebagai pengujian rudal hipersonik baru, serta rudal balistik berbasis kereta api dan rudal jelajah jarak jauh baru.
Rudal balistik dianggap lebih mengancam daripada rudal jelajah karena dapat membawa muatan yang lebih kuat, memiliki jangkauan yang lebih jauh dan dapat terbang lebih cepat.
(Susi Susanti)