Bubarkan Kerusuhan, Presiden Kazakhstan Perintahkan Lepaskan Tembakan Tanpa Peringatan

Susi Susanti, Jurnalis
Jum'at 07 Januari 2022 17:40 WIB
Kerusuhan di Kazakhstan, 3.000 orang ditahan (Foto: AP)
Share :

Tokayev mencoba mencegah kerusuhan lebih lanjut dengan mengumumkan pengunduran diri kabinet pada Rabu (5/1) pagi, tetapi protes terus berlanjut. Ketika kerusuhan meningkat, pihak berwenang mengumumkan keadaan darurat nasional hingga 19 Januari mendatang, dengan jam malam, pembatasan pergerakan, dan larangan pertemuan massal.

Pemerintah juga tak tinggal diam dan mencoba membuat konsesi lain pada Kamis (6/1), menetapkan batas harga bahan bakar baru selama enam bulan, dengan mengatakan langkah-langkah "mendesak" diperlukan "untuk menstabilkan situasi sosial-ekonomi".

'Kelompok teroris'

Di bawah tekanan yang meningkat, Tokayev pada Rabu (5/1) mengajukan banding ke Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) yang didominasi Rusia, yang mencakup lima negara bekas Soviet lainnya, untuk memerangi apa yang disebutnya “kelompok teroris” yang telah “menerima pelatihan ekstensif di luar negeri”.

Dalam beberapa jam aliansi mengatakan pasukan pertama telah dikirim – termasuk pasukan terjun payung Rusia dan unit militer dari anggota CSTO lainnya – dalam aksi bersama besar pertama sejak didirikan pada 1999.

Menurut kepresidenan Kazakhstan, pasukan penjaga perdamaian akan memberikan perlindungan dan fungsi keamanan. Kantor berita RIA mengutip sekretaris jenderal aliansi pada Kamis (6/1) jika jumlah pasukan keamanan sekitar 2.500 dan akan tinggal di Kazakhstan selama beberapa hari atau minggu.

Kementerian luar negeri Rusia menggambarkan kerusuhan itu sebagai “upaya yang diilhami dari luar untuk merusak keamanan dan integritas” Kazakhstan.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya