Peneliti Philip R. Olson yang berbasis di Amerika Serikat (AS) mengatakan metode ini, pertama kali dikembangkan pada awal 1990-an sebagai cara untuk membuang hewan mati yang digunakan dalam eksperimen. Metode ini kemudian digunakan untuk membuang sapi selama epidemi penyakit sapi gila.
Olson menulis dalam makalah yang diterbitkan 2014, jika pada 2000-an sekolah kedokteran AS menggunakan aquamation untuk membuang mayat manusia yang disumbangkan, sebelum praktik tersebut masuk ke industri pemakaman.
Sementara itu, Tutu, yang meninggal pada Boxing Day, 26 Desember, dalam usia 90 tahun, dikenal dengan gaya hidupnya yang sederhana.
Michael Buttal, pensiunan Uskup Natal mengenang Tutu sebagai sosok yang humoris.
"Sahabatnya, Nelson Mandela, menggambarkannya dengan sempurna di mana ia 'kadang-kadang keras, sering lembut, tidak pernah takut, tidak jarang disertai humor'. Suara Desmond Tutu akan selalu menjadi perwakilan orang-orang yang kerap diabaikan,” terangnya.