Jutaan Warga Yaman Hidup Sengsara di Kamp-Kamp Jorok

Agregasi VOA, Jurnalis
Jum'at 28 Januari 2022 11:57 WIB
Kamp pengungsian di Yaman (Foto: AFP)
Share :

Fara mengatakan untuk buang air besar, para pengungsi perempuan terpaksa pergi ke selokan dekat sebuah jalan di luar lokasi kamp mereka. Itu pun terpaksa mereka lakukan hanya pada malam hari mengingat begitu terbukanya tempat itu. Tidak hanya itu, karena begitu banyaknya yang ingin buang air besar, tak jarang antrian yang muncul bisa hingga 50 orang.

Jamal Ali Othman, seorang pengungsi lain, menyuarakan keprihatinan serupa.

"Kami tinggal di sini tanpa kamar mandi. Lelaki mandi di luar ruangan sementara perempuan mandi di dalam tempat penampungan. Kami menderita karena kurangnya kebersihan, kurangnya akses ke toilet, tidak ada air bersih. Kondisi ini menyebabkan penyebaran penyakit seperti kolera, campak, kulit gatal dan kudis," jelasnya.

Situasi yang lebih memprihatinkan dirasakan mereka yang lanjut usia, seperti Matarah Ali yang sudah berumur di atas 70 tahun. Ia tidak memiliki anak, dan terpaksa hidup sendiri di kamp pengungsi.

"Saya tinggal sendiri di sini. Suami saya masih di Hodeidah. Saya terpaksa menggunakan popok atau kantung plastik untuk buang air karena saya tidak bisa berjalan jauh hingga ke luar kamp. Sejak saya tiba di sini sekitar setahun lalu, saya belum pernah mandi,” ujarnya.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya