Gajah Mada pun akhirnya meninggalkan Bedander untuk secara diam-diam ke kotaraja atas izin raja. Ia mencoba memantau kondisi keamanan di Majapahit dan mencari tahu perihal Ra Kuti.
Saat bertemu dengan pejabat istana dan ditanya keberadaan Jayanagara, Gajah Mada hanya berbohong dan menjawab bahwa sang raja telah mati terbunuh oleh suruhan Ra Kuti. Maka Gajah Mada balik bertanya apakah bersedia dipimpin oleh Ra Kuti, mayoritas pejabat dan beberapa rakyat, tak menghendakinya.
Ada sisi menarik di mana dari enam anggota Dharmaputra yang masih hidup, satu orang tidak ikut pemberontakan yang digagas Ra Kuti, dialah Ra Tanca. Amat dimaklumi karena Ra Tanca merupakan seorang tabib, yang tak minat dengan urusan politik. Lagi pula ia seorang yang lembut dan tak pandai silat.
Tetapi sosok Tanca ini yang akhirnya berhasil membunuh Jayanagara. Tetapi perihal siapa yang sebenarnya menjadi dalang pembunuhan Jayanagara hal itu masih misterius. Apakah Ra Tanca yang memiliki inisiatif untuk melakukan pembunuhan atau ada yang memerintahkannya. Tetapi beberapa versi justru menyebut sosok Gajah Mada yang sebenarnya ada di balik kematian sang raja.
(Qur'anul Hidayat)