Kepada masyarakat Tjandra mengimbau untuk mengambil berita dari sumber yang dipercaya, atau mengonfirmasi pada sumber yang tepat. "Jangan cepat mengambil kesimpulan yang mungkin keliru dan apalagi jangan sampai panik yang sama sekali tidak diperlukan," katanya.
Virus NeoCoV awalnya dilaporkan oleh ilmuan asal China. Virus baru itu disebut lebih ganas serta diklaim sebagai varian Covid-19 terbaru.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kemunculan NeoCoV masih perlu diteliti lebih lanjut.
Baca juga: Waspada! Ilmuwan China Peringatkan Virus NeoCoV Punya Tingkat Penularan Tinggi
(Fakhrizal Fakhri )