Pada hari yang ditentukan, Prabu Brawijaya V benar-benar melepas kepergian istri selirnya Dewi Kian dengan hati pilu.
"Biarlah engkau diantarkan oleh Patih Majapahit bersama beberapa prajurit sampai ke Pelabuhan Gresik, lalu dari sana engkau akan dijemput oleh putraku Arya Damar" ujar Sang Prabu sambil mencium kening Dewi Kian.
Prabu Brawijaya V kembali berpikir itulah jalan terbaik yang mesti dilakukan oleh Dewi Kian, terutama guna mempersiapkan kecerdasan, kematangan, kedewasaan bagi putranya yang akan dididik langsung oleh Raden Arya Damar.
(Khafid Mardiyansyah)