AS Kirim 2 Helikopter ke Kroasia Senilai Rp790 Miliar, Rusia dan China Persenjatai Serbia

Susi Susanti, Jurnalis
Sabtu 05 Februari 2022 17:44 WIB
AS kirim 2 helikopter ke Kroasia (Foto: hr.usembassy.gov)
Share :

KROASIA Amerika Serikat (AS) mengirimkan dua helikopter Sikorski UH-60M Black Hawk ke Bandara Franjo Tudman Zagreb, Kroasia. Pesawat tersebut disumbangkan ke Kroasia sebagai bagian dari program bantuan militer. Kiriman ini digambarkan sebagai perlombaan senjata yang meningkat antara Serbia dan tetangganya.

Kuasa Usaha AS Mark Fleming mengatakan negara Balkan telah mendapatkan reputasi sebagai Sekutu NATO yang berkomitmen dan cakap. Pengiriman ini akan semakin meningkatkan kapasitas Angkatan Bersenjata Kroasia.

Kedutaan Besar AS di Zagreb memperkirakan nilai perangkat keras itu sekitar USD54,8 juta (Rp790 miliar), dengan mengatakan angka itu adalah bagian dari bantuan militer senilai USD685 juta (Rp9,9 triliun) yang diterima Kroasia dari Washington.

Baca juga: Helikopter Selamatkan Pasangan yang Terjebak di Gunung Bersalju Usai Kehabisan Makanan

Misi diplomatik mengatakan dalam sebuah pernyataan pada pengiriman yang dilakukan Kamis (3/2), kerja sama pertahanan adalah landasan hubungan antara kedua negara.

Baca juga: Hubungan Tegang, Serbia Kirim Tank, Peralatan Perang, dan Jet Tempur ke Perbatasan Kosovo

Sumbangan helikopter Sikorsky diumumkan pada 2019 dan diikuti oleh pembelian dua helikopter tambahan oleh Zagreb dengan perkiraan biaya USD115 juta (Rp1,6 triliun). Pejabat senior pertahanan Kroasia mengunjungi fasilitas produksi perusahaan milik Lockheed Martin tahun lalu selama kunjungan resmi ke AS. Pilot dan kru darat Kroasia menerima pelatihan di Minnesota untuk mempelajari cara mengoperasikan helikopter buatan AS.

Kroasia telah bekerja keras selama beberapa dekade untuk mengganti persediaan senjata buatan Soviet yang disimpannya setelah berpisah dari Yugoslavia, dengan yang dibuat oleh AS dan anggota NATO lainnya. Tahun lalu, Kroasia membeli 12 jet tempur Rafale dari Prancis, dan pada Januari lalu mengumumkan kesepakatan untuk membeli 89 Bradley Fighting Vehicles dari AS. Kroasia bergabung dengan NATO pada 2009.

Beberapa media membandingkan keselarasan Zagreb dengan Washington dan Brussel dengan posisi Serbia, lawannya selama Perang Kemerdekaan Kroasia pada 1990-an. Belgrad, Serbia yang mengatakan ingin menjadi anggota Uni Eropa (UE), bergantung pada mitra tradisionalnya, Rusia, dan baru-baru ini pada China, untuk pengadaan senjata.

Bulan lalu, Serbia menyambut baik pengiriman rudal anti-tank Kornet buatan Rusia, yang disebut presiden sebagai “alat pertahanan penting untuk mencegah siapa pun dari potensi agresi terhadap negara kita.”

Tahun lalu, negara itu membeli sistem pertahanan udara Pantsir S1M canggih dari Rusia, di atas enam versi lama yang diperolehnya pada 2019. Ia juga menerima sumbangan 30 tank T-72MS dan 30 kendaraan pengintai lapis baja BRDM-2MS.

Pada 2020, Serbia membeli drone bersenjata CH-92A dari China, menghabiskan sekitar USD19,3 juta (Rp278 miliar).

Beberapa pengamat mengatakan pengadaan senjata itu merupakan perlombaan senjata mini di Balkan, yang terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan NATO.

Sementara itu, bulan lalu, Kroasia terjerat dalam konflik yang berkobar lambat setelah Presiden berjanji untuk tidak melibatkan pasukan negaranya dalam potensi konflik Rusia-NATO atas Ukraina. Pernyataannya ditentang perdana menteri, yang menyebabkan perseteruan publik antara pejabat senior tentang apa yang paling menguntungkan kepentingan nasional Kroasia.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya