NEW YORK – Salah satu media ternama di Amerika Serikat (AS) Bloomberg melaporkan pada Jumat (11/2) bahwa invasi Rusia ke Ukraina dapat terjadi pada Selasa (15/2), dengan mengutip sumber anonim. Outlet tersebut secara tidak sengaja menyampaikan berita tentang invasi sebelumnya dan terpaksa meminta maaf atas kesalahan tersebut.
"Tindakan apa pun dapat dimulai segera pada Selasa (15/2)," tulis Bloomberg pada Jumat (11/1) sore, mengutip "pejabat yang mengetahui masalah ini." Situs berita tersebut mencatat bahwa "tindakan" itu dapat "menyebabkan provokasi di wilayah Donbas" hingga serangan di ibukota Ukraina, Kiev.
Seorang pejabat pertahanan anonim mengatakan kepada Bloomberg bahwa AS mengirim 3.000 tentara tambahan ke Polandia, di atas 4.500 yang sudah ditempatkan di sana dan 3.000 dipindahkan ke Polandia dan Rumania dari AS dan Jerman.
Di tengah kebuntuan terbaru atas Ukraina, Bloomberg telah melontarkan berita buruk tentang invasi. Pekan lalu, berita utama Bloomberg yang bertuliskan "Langsung: Rusia menginvasi Ukraina" tetap berada di situs web kantor berita selama 24 menit, sampai akhirnya ditarik dan Bloomberg menjelaskan bahwa itu adalah berita utama yang telah disiapkan sebelumnya yang "dipublikasikan secara tidak sengaja."
Baca juga: Baku Tembak Pecah, Rusia Mulai Serang Ukraina
Sementara itu, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan pada Jumat (11/2) memperingatkan orang Amerika di Ukraina untuk meninggalkan negara itu sesegera mungkin, dan mengatakan bahwa kemungkinan invasi Rusia dapat terjadi "selama Olimpiade," yang berarti sebelum berakhirnya Olimpiade Musim Dingin Beijing Minggu depan.