Dewi Kian tak kuasa menjawabnya, tetapi ia cukup memberikan isyarat dengan anggukan kepala pertanda setuju.
Pada hari yang disepakati, di depan penghulu Kadipaten Palembang, akhirnya Adipati Arya Damar benar-benar menikahi Dewi Kian yang telah berputra Pangeran Jimbun. Tak ayal, sejak itu, tanggung jawab Raden Arya Damar semakin besar kepada Dewi Kian dan Pangeran Jimbun.
Terutama membimbing dan mendidik Pangeran Jimbun. Sesuai pesan Prabu Brawijaya V, Arya Damar memang diperintahkan supaya mengajari ilmu politik dan pemerintahan, termasuk strategi perang dan sebagainya, kepada putra Dewi Kian.
(Qur'anul Hidayat)