BEKASI - Viral di media sosial seorang balita menderita gizi buruk. Diketahui, balita yatim berinisial ARH tersebut belakangan juga terkonfirmasi positif terpapar HIV. Terpaparnya balita ARH diduga kuat berasal dari orangtua balita yakni, K (29) yang terlebih dulu positif HIV.
(Baca juga: Pilu! Kondisi Bocah Yatim di Bekasi Tinggal Tulang Dibungkus Kulit, Butuh Bantuan Segera)
Kepala Sekretariat Penanggulangan HIV Kabupaten Bekasi Ade Bawono mengatakan ARH diduga terpapar sejak lahir. Padahal, Ade mengatakan bayi lahir masih dimungkinkan tidak terpapar meski orang tuanya terpapar.
"Jadi, dia (ARH) usianya dua tahun, waktu lahir kalau dari prosedur korban HIV itu harusnya dia tidak tertular," kata Ade ketika dikonfirmasi, Kamis (17/2/2022).
(Baca juga: Varian HIV Super Ditemukan di Eropa, Sangat Menular dan Berbahaya)
"Kami telah menangani 36 anak dengan kasus HIV sejak 2014. Kasus ibu hamil dengan positif HIV, tapi pas lahir anaknya negatif," tambah Ade.
Menurut Ade terdapat informasi yang minim mengenai antisipasi terhadap pendeteksiaan HIV. Hal inilah, tambah Ade, yang juga diduga kuat bahwa orang tua korban terlambat melakukan pengobatan.
"Ada keteledoran pasien waktu dia masih tinggal bersama almarhum suami yang tidak periksa secara dini terkait penyakitnya. Padahal mungkin, salah satu dari mereka ada risiko tinggi. Karena HIV tidak mungkin ditularkan begitu saja kalau engga melakukan risiko penularan," ungkap dia.
Ade mengatakan, terlambatnya penanganan menyebabkan kondisi kesehatan dapat menurun secara drastis meski tidak terjadi dalam waktu dekat. Enggan menyalahkan siapa-siapa, Ade dan pihaknya hanya memastikan ARH dan orang tuanya menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi.
"Kita rujuk ulang (ke RSUD Kabupaten Bekasi), jadi ini pasien sudah lama berobat di RSUD." tuturnya.
(Fahmi Firdaus )