JAKARTA - Wakil Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR Ahmad Sahroni mendukung kebijakan pemerintah yang sangat berhati hati dalam perubahan status Covid-19 dari pandemi ke endemi. Sebab, setiap negara memiliki pertimbangan berbeda.
Sahroni mengungkapkan hal tersebut menanggapi pernyataan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan yang menyampaikan, pemerintah RI tidak ingin latah dengan kebijakan sejumlah negara yang telah lebih dulu melonggarkan aturan terkait Covid-19.
“Saya sepakat dengan pernyataan Pak Luhut bahwa memang kita semua harus hati-hati dengan kondisi pandemi ini, dan semua ada tahapannya untuk menuju endemi. Tidak bisa ujug-ujug atau asal ikut-ikutan negara lain saja. Setiap negara memiliki kondisi khasnya masing-masing, dan tentu itu harus jadi pertimbangan,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR ini kepada wartawan, Selasa (22/2/2022).
Baca Juga: Exit Test Penentu Sembuh Covid-19 Kini Cukup 1 Kali PCR
Politisi Partai Nasdem ini menilai, sejauh ini pemerintah sudah melakukan yang terbaik dalam menyusun kebijakan Covid-19 ke depannya. Berbagai kebijakan yang diberlakukan pemerintah selalu berdasarkan pada data dan fakta di lapangan, dan dengan evaluasi yang terukur.
“Pemerintah telah melakukan yang terbaik dalam menyusun kebijakan Covid-19. Kita lihat seluruh kebijakan yang ada selalu berdasarkan data dan fakta di lapangan, juga dengan evaluasi dan update secara berkala. Jadi memang langkah yang diambil sudah sesuai kebutuhan,” sambungnya.
Untuk itu, Sahroni meminta kepada masyarakat untuk mengikuti proses yang ada dan tetap mematuhi prokes yang berlaku di daerah sesuai dengan level PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) masing-masing.
“Saya rasa masyarakat tidak perlu khawatir, semua berproses, jadi kita tinggal ikuti saja proses dan tahapannya. Insya Allah kalau kita taat vaksin, taat prokes, menjaga imun dan tidak stress, pandemi ini akan cepat berakhir dan ganti status dari pandemi jadi endemi,” pesan legislator asal Tanjuk Priok ini.
Baca Juga: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Turun 3.513 Hari Ini
(Arief Setyadi )