Ketum PKP : Parpol Non-Parlemen Akan Bentuk Poros Baru!

Jonathan Simanjuntak, Jurnalis
Rabu 23 Februari 2022 22:28 WIB
Pertemuan partai politik non-parlemen di Restoran Plataran Menteng, Jakarta (Foto: Felldy Utama)
Share :

JAKARTA - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), Yussuf Solichien mengatakan, pertemuan enam parpol non-parlemen merupakan poros baru dalam perpolitikan nasional. Keenam parpol non-parlemen dapat bekerja sama menyelesaikan pernasalahan kehidupan berbangsa.

“Ini menurut saya suatu lompatan besar dari perpolitikan nasional. Tadi Bung Hary (Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo) mengatakan bahwa kita ada rencana untuk membentuk koalisi tapi menurut saya barangkali kita akan membuat suatu poros baru dalam perpolitikan nasional ini,” kata Ketua Umum PKP Yussuf Solichien dalam konferensi pers, Rabu (23/2/2022).

Baca Juga: Parpol Non-Parlemen Kompak Bakal Gugat PT ke MK Agar Jadi 0%

Yussuf menilai, keenam parpol tersebut mencermati betul bahwa masih banyak permasalahan bernegara dan bermasyarakat yang harus diselesaikan. Hanya saja, suara parpol non-parlemen seolah olah tidak didengar.

“Oleh karena itu, seperti yang Bung Hary katakan, kekuatan kita itu suara yang tidak sah karena kita tidak lolos parlemen pada waktu itu. Ada 13,5 juta suara yang hilang begitu saja ditelan bumi, dan kalau kita digabungkan hampir 10 persen kekuatan kita,” tuturnya.

Baca Juga:  Parpol Non-Parlemen Siap Ikut Terlibat dalam Pencapresan 2024

Ditambahkan Yusuf, keenam parpol juga sepakat untuk menggalang kekuatan bersama sesuai dengan ketua umum dari masing-masing parpol untuk memajukan Indonesia dan kepentingan rakyat. Apalagi, lanjut dia, membangun suatu bangsa dinilainya tidak cukup hanya dengan mengedepankan satu atau dua parpol.

“Saya berpandangan negara Indonesia yang besar ini, negara maritim yang besar ini tidak bisa dikelola hanya untuk satu dua partai saja,” tegasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya