"Kondisi di desa kami itu cukup banyak tanggul jebol. Jadi motivasinya untuk bangun desa. Adanya excavator saluran air lancar, hasil panen petani juga melimpah. Dan kami telah mengelola dan mengoperasionalkan beberapa unit alsintan yang merupakan bantuan pemerintah dan juga dari pengadaan sendiri bersama kelompoknya. Satu mesin saja bisa mengantongi keuntungan sebesar Rp80 juta hingga Rp100 juta per sekali musim tanam,” katanya.
Direktur Utama Sriwijaya Agro Industri, Sakoni mendukung kebijakan Direktur Alsintan untuk memberikan kemudahan DP (uang muka) bagi pembelian alsintan, bila perlu, DP taxi alsintan ini 0 (nol) persen. Jika ada keringanan DP, pihaknya berencana membeli alsintan sebanyak 50 unit untuk digunakan mendukung program program pengolahan pertanian seperti kawasan singkong seluas 10 hektar
"Saya sepakat dengan Pak Direktur (Alsintan), perusahaan penyedia harus back up. Bahkan mestinya tanpa DP karena belinya juga banyak. Inilah saatnya saling bantu, kalau tidak susah. Kalau bisa perusahaan alsintan bisa bantu program pemerintah dengan DP 0 persen, sehingga angsuran ini cukup ditanggung dari KUR. Itu kalau kita mau saling bantu. Dan kemudian beri kemudahan, aturannya jangan terlalu ribet," ucapnya.
Ketua UPJA Cahaya Tani Desa Sungai Pinang, Banyu Asin, Suratman, mengaku sangat senang dengan adanya program Taxi Alsintan ini. Melalui program ini, dirinya bisa memiliki alsintan dengan sistem KUR, sehingga sangat membantu petani yang tidak lama lagi akan adanya panen raya.
"Benar kata pak direktur (Andi Nur Alam Syah) dan kami ini semangat mendukung kegiatan Taxi Alsintan ini. Harapan kami pulang itu sudah bisa bawa alsintan," ujarnya.
(CM)
(Karina Asta Widara )