JAKARTA - Kondisi penderita kanker tulang, Sinta Aulia Maulidia (10) yang tengah dirawat di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur semakin membaik. Sinta Aulia merupakan bocah yang mendapatkan bantuan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah permohonan terbuka lewat media sosial menjadi viral.
Kabid Perawatan Medik dan Perawatan RS Polri Kramat Jati, Kombes Yayok Witarto mengatakan pemulihan pasca amputasi Sinta semakin membaik semenjak Rabu kemarin (23/2/2022). Yayok menuturkan saat ini tengah dilakukan pendampingan psikologis bagi Sinta dan keluarganya guna menjaga kondisi psikis mereka agar tidak terpuruk atas tindakan operasi amputasinya.
"Kita sedang berikan pendampingan psikologis. Ada tim psikologi ya, untuk anaknya (Sinta) dan kedua orangtuanya. Sudah diberikan dari sebelum (operasi)," ujarnya kepada wartawan, Jumat (25/2/2022).
BACA JUGA: Sinta Penderita Tumor Kaki Bakal Jalani 3 Kali Kemoterapi
Menurut Yayok, berdasarkan hasil pemantauan tim dokter gabungan yang menangani Sinta, tidak ada gejala pasca operasi seperti demam dan lainnya. Dia pun mengungkapkan bocah Desa Samaran, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah tersebut beruntungnya tidak mengalami infeksi pasca amputasi di bagian pangkal paha kiri.
"Saat ini Sinta sedang dalam kondisi pemulihan. Dia sudah bisa komunikasi dan mulai makan. Alhamdulillah kondisinya stabil," ujar Yayok.
BACA JUGA:Bocah Pengidap Tumor Kaki, Sinta Aulia Selesai Jalani Operasi di RS Polri
Tim dokter yang dikerahkan merupakan tim gabungan sebab perlu penanganan khusus saat memutuskan tindakan amputasi Sinta. Yayok menyampaikan keputusan tersebut terpaksa diambil karena kondisi tumor di kaki Sinta yang terlampau kronis.
"Untuk tim dokter yang menangani itu kita kan ada tim terpadu, seperti dari RSCM. Ada spesialis Ortopedi, Anestesi, dokter anak, dan lainnya," ujarnya menuturkan.
Diketahui, Penyakit tumor kaki yang diderita Sinta Aulia Maulidia membuatnya lemah tak berdaya. Muchlisin, ayah Sinta mengatakan, tumor yang menggerogoti tubuh anaknya baru diketahui saat Sinta tengah bermain sepeda terjatuh dan tiba-tiba mengalami sakit.
"Penyakitnya itu saat Sinta berusia sembilan tahun, baru setahun lalu ketahuan. Pertama itu kan mau naik sepeda terus kakinya nyangkut," kata Muchlisin di RS Polri Kramat Jati.
(Awaludin)