Namun demikian, Nadia meminta masyarakat agar tidak boleh lalai. “Justru perkembangan ini harus membuat kita semakin berupaya lebih keras untuk dapat segera memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. Dari sisi pemerintah, kami terus berupaya menurunkan angka kasus dan memperkuat layanan kesehatan,” katanya.
BACA JUGA:Omicron Berbahaya bagi Bayi dan Anak, Bisa Picu Long Covid-19 yang Ancam Nyawa!
Sementara itu, tren melandainya perawatan pasien Covid-19 secara nasional juga diikuti tren penurunan positivity rate di beberapa daerah selama periode 15-24 Februari 2022. Beberapa daerah yang terpantau turun positivity rate-nya antara lain, DKI Jakarta, Banten, Bali, Kalimantan Selatan, NTB, Maluku, Papua, dan Papua Barat.
Selain itu, menurut data dari Kemenkes selama periode 15-24 Februari di DKI Jakarta positivity rate menurun dari 17,5% menjadi 16%. Disusul Banten 23,5% menjadi 20,7%, Bali 13,5% menjadi 10,4%. Kemudian, Kalimantan Selatan 14,8% menjadi 13,8%, NTB 11,2% menjadi 9,4%, Maluku 6,2% menjadi 4,1%, Papua 12,7% menjadi 11,8%, Papua Barat 14,5% menjadi 12,8%.
(Awaludin)