Ketika Pangeran Diponegoro Serang Besar-besaran Sejumlah Daerah di Pulau Jawa

Avirista Midaada, Jurnalis
Minggu 27 Februari 2022 09:01 WIB
Pangeran Diponegoro (foto: ist)
Share :

PANGERAN DIPONEGORO dan prajuritnya melakukan penyerangan besar-besaran ke beberapa daerah di Kulon Progo. Serangan Pangeran Diponegoro ini menjadi serangan besar kedua di daerah Dekso, Kulon Progo. Serangan yang gilang gemilang itu mereka merebut kemenangan beruntun di beberapa daerah yang ada di Kulon Progo lainnya.

Serangan Pangeran Diponegoro ke tangsi - tangsi pertahanan Belanda juga membuat banyak elite bangsawan Yogyakarta menemui ajalnya. Dikisahkan pada buku "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro (1785 - 1855) tulisan Peter Carey, pasukan Diponegoro yang di bawah komando Sentot berhasil meraih kemenangan beruntun di Kasuran, Lengkong, dimana banyak elite bangsawan yang tewas akibat serangan di Bantul, Kejiwan, dan Delangu.

BACA JUGA:Terserang Wabah Penyakit, Prajurit Belanda Kewalahan Hadapi Pangeran Diponegoro 

Semua kemenangan ini membawa mereka dari Kali Progo sampai ke pinggiran barat Surakarta. Para perwira Belanda menyebut bila tentara Diponegoro, yang berhasil merebut garis pertahanan Belanda layaknya mengamuk dengan kepala tertunduk sambil menyuarakan pekikan yang mengiris hati.

Dengan rasa putus asa, Belanda mulai mengosongkan garinisun - garnisun mereka di luar Jawa, sambil mengerahkan serdadu - serdadu yang baru didatangkan dari Eropa. Kedudukan Belanda tampaknya tidak memberikan harapan, tetapi hanya karena terbantu oleh perdebatan panjang soal taktik antara Kiai Mojo dan Pangeran Diponegoro, memungkinkan Belanda dapat mengkonsentrasikan pasukan dalam jumlah cukup besar untuk merebut kemenangan atas pasukan Pangeran Diponegoro di Gawok, pada 15 Oktober 1826.

 BACA JUGA:Wajah Dingin Raden Saleh saat Diminta Belanda Menguji Keaslian Keris Pangeran Diponegoro

Pertempuran baru juga tercipta di Rembang dan Jipang - Rajekwesi (saat daerah Bojonegoro) pada akhir 1827. Saat itu saudara ipar Pangeran Diponegoro, Sosrodilogo, ikut dalam perang. Selama beberapa minggu, peperangan menegangkan terjadi awal Desember 1827 hingga pertengahan Januari 1828.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya