Sebelumnya diberitakan, kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) pada Rabu 2 Maret 2022 mengatakan bahwa pihaknya mengonfirmasi 227 warga sipil telah tewas dan 525 terluka akibat operasi militer Rusia di Ukraina hingga Selasa 1 Maret tengah malam.
Kantor hak asasi manusia PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sebagian besar korban disebabkan oleh penggunaan senjata peledak dengan area dampak yang luas, "termasuk penembakan dari artileri berat dan sistem roket multi-peluncuran, dan serangan udara."
Dikatakan yakin jumlah korban sebenarnya dalam konflik selama seminggu itu "jauh lebih tinggi", terutama di wilayah yang dikuasai pemerintah, karena penundaan pelaporan di beberapa daerah di mana pertempuran paling intens.
(Angkasa Yudhistira)