MOSKOW - Sejumlah warga negara Indonesia yang tinggal di Moskow, Rusia, mulai mengalami kesulitan mengambil uang di mesin ATM usai pecahnya perang antara Rusia dengan Ukraina beberapa waktu silam.
"Saya akan pergi ke mesin ATM yang ada di Kota Moskow, karena dari kemarin sudah coba di 3 mesin ATM tetapi tidak bisa mencairkan uang dari ATM Indonesia yang berlogo Visa atau Mastercard," ujar WNI bernama Rima Desi Milenia seperti dilansi dari VoA Indonesia, Kamis (3/3/2022).
Tidak cuma itu, Rima juga menceritakan dirinya kesulitan mengakses media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter.
"Bahkan Twitter sejak tiga hari lalu (sejak 26 Februari 2022), sudah tidak bisa dibuka," tuturnya.
Selain dua masalah itu, salah satu mahasiswi asal Indonesia bernama Nabila Agia, mengisahkan tentang naiknya kebutuhan pookok seperti telur.
"Harga bahan makanan juga naik, tidak terlalu tinggi sih, tapi cukup meresahkan kantong mahasiswa. Ini harga telur saat ini, biasanya harga 70 rubel atau Rp9 ribu, bisa mendapatkan satu kotak telur (Sekarang harganya 129 rubel)," kata Nabila.
Dalam video singkat yang diunggah, juga menampilkan protes dari warga Rusia yang anti-perang di sejumlah objek vital di Kota Moskow.
Sebelumnya diberitakan, kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) pada Rabu 2 Maret 2022 mengatakan bahwa pihaknya mengonfirmasi 227 warga sipil telah tewas dan 525 terluka akibat operasi militer Rusia di Ukraina hingga Selasa 1 Maret tengah malam.
Kantor hak asasi manusia PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sebagian besar korban disebabkan oleh penggunaan senjata peledak dengan area dampak yang luas, "termasuk penembakan dari artileri berat dan sistem roket multi-peluncuran, dan serangan udara."
Dikatakan yakin jumlah korban sebenarnya dalam konflik selama seminggu itu "jauh lebih tinggi", terutama di wilayah yang dikuasai pemerintah, karena penundaan pelaporan di beberapa daerah di mana pertempuran paling intens.
(Angkasa Yudhistira)