MOSKOW - Federasi Kucing Internasional (FIFe) melarang kucing milik warga Rusia untuk berkompetisi dalam pertunjukannya sebagai bentuk sanksi atas serangan militer Moskow terhadap Ukraina.
"Dewan eksekutif FIFe terkejut dan ngeri bahwa tentara Federasi Rusia menginvasi Republik Ukraina dan memulai perang," kata federasi yang berbasis di Paris, Prancis pada Selasa (2/3/2022). Kelompok itu menambahkan bahwa mereka “tidak bisa hanya menyaksikan kekejaman ini dan tidak melakukan apa-apa.”
Akibatnya, kucing milik warga Rusia akan dilarang masuk di pertunjukan FIFe. Selain itu, tidak ada kucing yang dibiakkan di Rusia yang dapat diimpor dan didaftarkan dalam buku silsilah FIFe, kata kelompok itu.
“Kucing milik peserta pameran yang tinggal di Rusia tidak boleh diikutsertakan di acara FIFe mana pun di luar Rusia, terlepas dari organisasi mana peserta pameran ini memegang keanggotaan mereka,” demikian diumumkan FIFe sebagaimana dilansir RT.
Sanksi akan tetap berlaku hingga setidaknya Mei dan dapat diperpanjang, mungkin tergantung pada apa yang terjadi di Ukraina. FIFe mengatakan akan menggunakan sebagian anggarannya untuk mendukung peternak dan peternak kucing di Ukraina.
“Para pecinta kucing Ukraina kami berusaha mati-matian untuk merawat kucing mereka dan hewan lain dalam situasi yang sulit ini,” kata federasi.
FIFe adalah federasi pendaftar kucing dengan organisasi anggota di 39 negara di Eropa, Amerika Selatan dan Asia. Itu juga salah satu dari sembilan anggota Kongres Kucing Dunia.
Hukuman internasional Rusia atas serangan Ukraina telah melampaui sanksi ekonomi terhadap negara itu. Atlet Rusia telah dilarang mengikuti kompetisi, dan individu di berbagai lapisan masyarakat telah dihukum.
Konduktor Rusia Valery Gergiev dipecat dari posisinya di Munich Philharmonic karena gagal mencela Presiden Rusia Vladimir Putin. Dipaksa mengundurkan diri sebagai presiden kehormatan Festival Internasional Edinburgh.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa sanksi Barat telah ditujukan tidak hanya pada para pemimpin negara, tetapi juga orang-orang biasa, yang bertentangan dengan norma-norma internasional.
“Saya tidak berpikir bahwa sanksi ini, yang disebabkan oleh kemarahan yang tak berdaya, akan mencakup gerakan olahraga, pertukaran budaya dan akan menyangkut kontak antara orang ke orang,” katanya kepada Al Jazeera.
(Rahman Asmardika)