JAKARTA - Polisi melakukan penggerebekan di sejumlah kampung narkoba di Jakarta. Dalam melakukan penggrebekan petugas mendapat perlawanan.
(Baca juga: Narkoba Siap Saji di Kampung Bahari Sulit Digerebek, Ternyata Ada CCTV)
Adapun perlawanan yang dilakukan masyarakat atau para komplotan narkoba ini terjadi karena sudah mengendus atau mengetahui polisi sedang menuju kawasan tersebut.
Okezone menghimpun sejumlah wilayah di Jakarta yang sering dilakukan penggerebekan karena disinyalir menjadi sarang narkoba.
1. Kampung Bahari
Penggerekan sarang narkoba dilakukan aparat gabungan Polda Metro Jaya bersama dengan jajaran Polres Metro Jakarta Utara dan TNI. Hasilnya, sebanyak 1.500 pil ekstasi dan 350 gram diamankan polisi. Selain itu, petugas juga mengamankan 28 orang tersangka peredaran narkoba.
"Hasilnya kita tangkap 28 tersangka. 16 di antaranya laki-laki. 12 sisanya adalah wanita. Kemudian barang bukti narkotika yang di amankan ini ada 350gram sabu. 1.500 ekstasi. Dan juga jenis narkotika lainnya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Hendra Zulpan, Rabu (9/1/2022).
Zulpan mengatakan penggrebekan ini merupakan upaya kepolisian dalam penyalahgunaan narkoba yang rawan bahkan kerap terjadi di wilayah tersebut.
2. Kampung Ambon
Polisi melakukan operasi gabungan di wilayah Perumahan Permata atau Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat pada Sabtu (8/5/2021). Sebanyak 45 orang diamankan karena diduga terlibat kasus penyalahgunaan narkotika.
"Hasil operasi diamankan 45 orang dengan berbagai barang bukti, seperti senjata tajam, senjata rakitan, drone, minuman keras, senapan angin, alat timbang, ganja, dan sabu," ujar Kapolres Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo pada wartawan, beberapa waktu lalu.
3. Kampung Boncos
Polsek Palmerah melakukan penggerebekan ke wilayah rawan peredaran narkoba, tepatnya di Kampung Boncos atau di Kelurahan Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (7/1/2022) siang.
Kapolsek Palmerah, AKP Dodi Abdul Rohim mengatakan pihaknya mengamankan delapan orang terduga pelaku penggunaan narkoba. Delapan orang itu terdiri tujuh pria dan seorang wanita.
"Artinya kita memberikan warning kepada pengguna termasuk dengan kami pihak kepolisian kami akan gencarkan terus hal seperti ini," kata dia kepada wartawan.
Selain mengamankan delapan orang yang diduga pengguna narkoba, pihaknya juga mengamankan barang bukti alat hisap sabu-sabu rakitan dari botol kemasan bekas dan plastik klip yang menjadi kemasan eceran narkotika jenis sabu.
(Fahmi Firdaus )