WASHINGTON - Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dari Uni Emirat Arab (UEA) menolak permintaan Amerika Serikat (AS) untuk berbicara dengan Presiden Joe Biden dalam beberapa pekan terakhir.
"Ada beberapa harapan dari panggilan telepon, tetapi itu tidak terjadi," kata seorang pejabat AS kepada surat kabar Wall Street Journal melaporkan pada Selasa (8/3).
“Itu adalah bagian dari menyalakan keran [minyak Saudi],” lanjutnya.
Menurut laporan itu, Riyadh “memberi isyarat” kepada Biden bahwa Saudi menginginkan lebih banyak dukungan dalam beberapa masalah sensitif. Seperti program nuklir sipil dan intervensi dalam perang saudara Yaman. UEA juga menyatakan keprihatinan mereka gerhadap hal itu.
UEA mengatakan bahwa panggilan telepon terbaru antara Biden dan Sheikh Mohamed akan dijadwal ulang.
Baca juga: Mantan Pejabat: Putra Mahkota Saudi Membunuh Raja Abdullah, Sarankan Pakai 'Cincin Racun'
Menurut Gedung Putih, Biden akhirnya berbicara dengan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud melalui telepon pada 9 Februari lalu, berjanji untuk mendukung kerajaan melawan pemberontak Houthi Yaman dan Iran, serta memastikan “stabilitas pasokan energi global”.
Baca juga: Arab Saudi Umumkan Pembangunan Kota "Zero-Carbon" di NEOM
Wall Street Journal melaporkan bulan lalu, Arab Saudi menolak seruan AS untuk meningkatkan produksi minyak di tengah ketegangan antara NATO dan Rusia dan kenaikan harga minyak.