Fakta-Fakta di Balik Pembuangan Jasad Hadi dan Salsa oleh Kolonel Priyanto

Tim Okezone, Jurnalis
Jum'at 11 Maret 2022 13:56 WIB
Reka ulang tabrak lari dua sejoli yang dibuang ke sungai (Foto : MNC Portal)
Share :

JAKARTA - Dalam persidangan terungkap, Kolonel Inf Priyanto, pelaku tabrak lari sejoli di Nagreg, Jawa Barat, terungkap tidak mau menuruti dua anak buahnya untuk menyelamatkan nyawa Handi Saputra dan Salsabila.

Padahal, Kopda Andreas Dwi dan Koptu Ahmad Sholeh sudah meminta agar sejoli itu dibawa ke Puskesmas atau pun rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Alih-alih menuruti, perwira menengah itu justru mengabaikannya. Dia meminta agar dua anak buahnya itu bersikap biasa saja dan tidak panik

"Kita itu tentara, kamu tidak usah cengeng. Tidak usah panik. Pokoknya cukup kita bertiga yang tahu," kata Oditur Militer Tinggi II Jakarta Kolonel Sus Wirdel Boy menirukan ucapan Kolonel Inf Priyanto, dikutip Kamis 10 Maret 2022.

Wirdel menuturkan, Kopda Andreas yang mengemudikan mobil merasa bersalah karena sudah menabrak kedua korban. Karena itu, dia ingin membawa Handi dan Salsabila ke Puskesmas untuk diselamatkan.

"Saksi dua berkata 'kasihan bapak, itu anak orang. Pasti dicari orangtuanya, mending kita balik ke Puskesmas yang ada di pinggir jalan tadi', tuturnya.

Pasalnya, saat mengangkut tubuh Handi dan Salsabila, dirinya melihat masih ada yang bernafas. Tapi Priyanto yang saat kejadian duduk di kursi depan sebelah kiri Andreas justru membentak prajurit itu agar diam dan mengikuti arahannya saja.

"Terdakwa mengatakan 'kamu diam saja ikuti perintah saya'," ucap Wirdel.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya